Desa Andonosari terletak di kabupaten pasuruan, masuk pada wilayah lereng tengah Suku Tengger. Tanah yang subur membuat Desa Andonosari mempunya komoditi yang cukup variatif. beberapa komoditi yang ada contohnya adalah peternakan sapi perah, pertanian apel, kentang, bunga krisan, paprika, kopi dan lain sebagainya.
Selain potensi pertanian dan peternakan, Desa Andonosari juga mempunyai berbagaimacam aktivitas kebudaya dan tradisi yang cukup menarik. Karena Desa Andonosari merupakan bagian dari Kawasan yang menjadi titik temu budaya lokal. antara kebudayaan Suku Tengger, pedalungan, maupun kebudayaan modern/perkotaan, karena secara geografis Desa Andonosari berada diantara dua kota besar yaitu Surabaya dan Malang.
Namun meskipun Desa Andonosari mempunyai potensi pertanian dan peternakan yang menjanjikan, tidak sedikit pula permasalahan yang dihadapinya. Hal tersebut dikarenakan hampir Sebagian besar komoditi bukanlah jenis komoditi endemik, karena memang jika dilihat dari sisi historis, Desa Andonosari merupakan Desa Persinggahan, pada masa kolonial. Sehingga sebagian besar komoditi pertanian dan peternakan yang ada mebutuhkan penanganan yang lebih. Mulai dari penggunaan pestisida sintesis yang berlebihan, modifikasi genetika, serta pola perawatan khusus.
Keberadaan ruang alternatif yang bergerak dibidang kesenian kiranya dapat memberikan wacana baru tentang metode maupun wacana yang berkaitan langsung dengan dinamika yang ada di lingkungan pedesaan. Kecendrungan ketertarikan seorang seniman untuk mengamati, meresapi, memberikan kritik bahkan melakukan penyelesaian terhadap apa yang dihadapi menjadi penting keberadaannya di tengah-tengah masyarakat petani.
Beberapa korelasi uraian diatas menjadi dasar gagasan tentang rencana kegiatan residensi dan presentasi berupa pameran yang akan dilaksanakan di petong art house. Dengan harapan adanya interaksi antara seniman dan masyarakat. Sehingga dari aktivitas tersebut dapat memberikan dampak yang positif.
Dengan adanya SendraTani Seniman Residensi, diharapkan dapat menjadi bagian dari adanya intensitas aktivitas budaya yang berkaitan dengan pertanian yang ada di Desa Andonosari, selain dapat menciptakan cara pandang baru tentang pertanian dari sudut pandang seni.
Interaksi antara masyarakat terutama kelompok-kelompok tani dengan seniman, juga menjadi hal penting untuk mencapai kemungkinan-kemungkinan metode maupun wacana baru yang berkaitan dengan aktivitas petranian Sehingga hasil akhir dari kegiatan ini nantinya dapat menjadi arsip pengetahuan tentang budaya Bertani melalui pendekatan kerja kreatif.
Manfaat kegiatan ini adalah masyarakat, seniman/peserta residensi, apresiator dan ruang seni, karena didalam kegiatan ini terdapat interaksi pertukaran pengetahuan secara langsung dengan beberapa unsur tersebut.
Adanya peningkatan pengetahuan, kesadara maupun ekonomi pada masyarakat yang ada di Desa Andonosari, selain itu bagi para peserta/Seniman akan mendapatkan pengalaman maupun wacana baru yang berhubungan dengan dunia pertanian.
Didalam struktur masyarakat pasti terdapat beberapa penggerak dibidang sosial, seperti PKK, Karang Taruna, Pokdarwis, Lembaga Masyarakat Desa, Kelopok Tani dan masih banyak lagi. Dari beberapa penggerak tersebut yang akan terlibat secara langsung dalam kegiatan kali ini juga akan mendapatkan efek secara nyata, bagaimana memahami pola kerja seniman dalam merespon dinamika yang terjadi di lingkungan mereka.
Dari aktivitas yang ada, banayak kemungkinan mempunyai cara-acara yang unik yang jauh dari ekspektasi umum. Hal ini dapat menjadi bagian dari media reflektif bagaimana melihat perkembangan permasalahan yang ada di bidang pertanian. Sehingga isu- isu lokal yang berkembang dapat direspon dengan cara yang segar dan menyenangkan.